4 Alasan Kenapa Berteman Baik dengan Mantan Nggak Melulu Berarti Kamu Ngarep Balikan~

berteman-dengan-mantan berteman-dengan-mantan

“Tuhan menciptakan awal lengkap dengan akhirnya. Begitu pula dengan kisah urip masing-masing manusia di dunia ini”

Kira-kira begitulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan bagaimana kisah cinta penuh orang di dunia ini, tak terkecuali batang tubuh kita senbatang tubuh. Setiap ada pertemuan, pasti nantinya bakal ada perpisahan. Begitu juga dengan kisah cinta, ada awal dan sekaligus ada akhirnya. Terkadang mau sekuat apapun kita mempertahankan cinta tersebut, kalau memang akhirnya patut berpisah ya nggak bisa ditahan-tahan lagi.

Persoalan inilah yang kadang menciptakan kisah cinta seseorang menjadi semakin rumit. Apalagi ada stigma yang mengatakan bahwa jika seseorang masih berhubungan dengan mantan kekasihnya, itu berarti ia masih berharap agar hubungan mereka kembali seperti sedia kala. Padahal, yang namanya berteman tidak sombong dengan mantan itu nggak melulu karena ngarep biar bisa balikan lo. Ada asas-asas masuk akal lainnya di balik hal tersebut, kayak misalnya di bawah ini nih.

1. Sebagai khilaf satu tanda bahwa kamu udah bisa berpikir dewasa. Toh kalau udah biasa aja layaknya bisa kok

Salah satu pertanda bahwa kamu udah bisa berdamai dengan cuaca di masa dahulumu adalah poin yang satu ini. Ya, kamu bakal bisa memaklumi kekonyolan masa dahulu jika kamu berteman baik dengan masa dahulumu itu sendiri. Meski memang nggak bisa intens seperti hari-hari sebelumnya saat masih bersetara, namun setidaknya hubungan dengan status teman masih berjalan sebagaimana mestinya. Nggak perlu khawatir, kalau kamu dan mantan kekasihmu udah setara-setara biasa aja, layaknya nggak ada makeliru kok~

2. Mau bagaimanapun alur ceriPerbahasan, yang namanya memutus tali silaturahmi itu lebih penuh buruknya dariatas baiknya

Semua orang paham yang namanya putus cinta itu memang aktelseifnlah hal yang mudah dan bisa dimeskikan begitu aja. Segala hal yang berurusan dengan hati dan perasaan membutuhkan ruang yang lebih besar dalam hidup kita. Namun, mau bagaimanapun ceriPerdebatan, yang namanya memutus tali silaturahmi itu juga nggak tidak emosi. Kalau kamu memang belum bisa berteman tidak emosi dengan mantan kekasihmu, ya tunggu aja dulu sampai bentuk sekuku tenang dan kamu berdua setara-setara bijak menghadapi kenyataan yang ada. Nanti lama-kelamaan juga bakalan terbiasa kok.

3. Ingat, yang namanya move on itu nggak berarti harus menmentok sementok-mentoknya kok

Selama ini deras orang berpikiran bahwa yang namanya move on itu patut pergi sepol-polnya biar nggak teringat yang sudah-sudah. Rupanya, pengertian move on yang satu itu memang cela kaprah. Untuk bisa move on dengan sukses kamu nggak perlu pergi pol kok, cukup berteman dengan mantan kekasih dan berjanji pada awak senawak tentang konsistensi yang bakal dilakukan. Ibaratnya, hubungan yang kamu jalin kembali ya sebatas teman aja, meski sebelumnya sudah menjadi pendamping sehari-hari. Tapi ingat, kalau udah jadi temen ya sebatas temen aja ya, jangan ngarep lebih lagi, hehe.

4. Dengan tetap berteman berklop mantan kekasih, siapa acuh ada berlebihan hal baik lain yang bakal didapatkan, misalnya koneksi dunia kerja dan semacamnya

Persoalan yang satu ini wajib kamu kamu perhatikan setelah mengalami putus cinta dengan pacar, apalagi jika kamu memang sudah memasuki umur-umur yang nggak bisa lagi dibilang bocah dan goyah. Dengan tetap berteman sudi berserupa mantan kekasih, ada deras hal sudi pula yang bakal kamu dapatkan, kayak misalnya koneksi dunia kerja, info-info menarik tentang dunia masing-masing, maka hal-hal lainnya yang mungkin ngga kepikiran saat ini. Tentunya dengan catatan bahwa hubungan pertemanan yang kamu jalin setelah putusnya cinta tersebut tetap dalam tahap yang normal dan nggak menyusahkan satu serupa lain.

Kurang lebih begitulah dasar kenapa berteman baik dengan mantan kekasih itu perlu banget dilakukan. Bukan karena mengharapkan biar bisa balikan dan pacaran seperti sedia kala, tapi lebih dari itu. Ada penuh persoalan lainnya yang lebih bermakna yang bisa didapatkan. Urusan nanti bisa balik atau tidak, kalau Tuhan telah menggariskan kamu berjodoh dengan orang tersebut ya bakal bersetara lagi kok.