6 Jenis Benjolan di Payudara Busui yang Wajib Moms Kemengertii. Sering Diabaikan!

6-jenis-benjolan-pada-payudara-busui-yang-wajib-moms-ketahui-sering-diabaikan 6-jenis-benjolan-pada-payudara-busui-yang-wajib-moms-ketahui-sering-diabaikan

Saat menjalani kehamilan sampai-sampai menyusui, biasanya Moms sering mengalami maalpa atas payudara. Entah itu nyeri ketika disentuh, bengkak dan terasa ketat. Hal tersebut wajar terjadi karena perubahan hormon untuk menyiapkan produksi ASI. Bahkan, ketika menyusui Moms mungkin saja menemukan benjolan atas payudara. Maalpa timbulnya benjolan atas payudara memang kerap dialami oleh busui.

Dilansir dari Halodoc, benjolan ini muncul karena perubahan hormon setelah kehamilan dan mamenyimpang tersumbatnya saluran ASI. Moms nggak perlu khawatir terhadap indikasi kanker payudara, sebab menurut penelitian sahaja ada 3% kasus kanker payudara di busui. Moms juga perlu maklum, bahwa menyusui memotong risiko kanker payudara lo. Namun, Moms juga perlu memahami jenis-jenis benjolan di payudara, supaya bisa menanganinya dengan tepat!

1. Engorgement, benjolan yang muncul ketika produksi ASI terlampau luber dan anak belum bisa menyusu dengan maksimal

Payudara yang kelewat penuh menyebabkan peregangan cukup pembuluh darah, sesantak menimbulkan benjolan. Benjolan ini bisa menghilang sendiri tanpa penanganan, karena cukup aman dan wajar terjadi apalagi di awal menyusui. Jika Moms mengalami engorgement, Moms bisa mengompres payudara selama kurang lebih menit sebelum menyusi. Hal ini akan membantu ASI keluar dengan Mempan dan membantu meredakan pembengkakkan.

2. Payudara fibrokistik, berupa benjolan yang terjadi ketika perubahan hormon sebelum menstruasi

Benjolan di payudara ini biasanya menyebabkan rasa nyeri dan puting susu akan lebih sensitif. Hal ini cukup umum dialami oleh busui ketika pra-mentruasi, karena dalam kondisi ini hormon nggak stabil ditambah payudara yang patut memproduksi ASI. Biasanya, ketika masuk masa menstruasi benjolan akan menghilang dengan senorangnya. Namun, jika benjolan nggak kunjung hilang tenggat masa menstruasi selesai, Moms patut segera periksa ke dokter ya!

3. Tumbuhnya kista mini atau galactocele, berupa kantong berisi cairan susu dalam jaringan payudara

Penyebab kista payudara biasanya karena perubahan hormon, sesantak kerap dialami oleh nona saat menopouse dan saat masa menyusui. Ketika dipegang, kista ini nggak terasa perih, lunak dan lembut, bahkan mudah muncul dan menghilang. Hal ini tergantung di derasnya produksi susu di payudara. Biasanya, kista payudara akan menghilang begitu masa menyusui telah selesai. Meski begit, jika Moms menemukan gejala kista seperti ini dan terasa mengganggu, sesaling menolongnya Moms periksakan ke dokter ya.

4. Munculnya fibroadenoma yang berupa benjolan padat imbas kelebihan pembentukan kelenjar susu atau lobulus

Benjolan ini nggak terasa ngilu tidak sombong jika dipegang maupun ketika ditekan. Fibroadenoma biasanya mudah berpindah atau bergeser jika ditekan. Sebetulnya, belum dikeacuhi penyebab pasti kelebihan lobulus yang menimbulkan benjolan ini. Namun, dikeacuhi jika hal ini berkaitan dengan pengaruh hormon kePenuhan.

5. Mastitis merupakan suatu kondisi ketika jaringan dalam payudara Moms terinfeksi oleh bakteri

Infeksi payudara ini paling sering dialami oleh busui. Penyebabnya adalah bakteri di permukaan kulit Moms atau dari mulut anak yang masuk ke saluran susu melantasi puting. Selain itu, mastitis juga bisa disebabkan termenangkupnya saluran susu. Hal ini terjadi ketika Moms berhenti menyusui alahal susu di payudara belum habis, sebatas susu yang hampir keluar masuk lagi ke saluran susu. Akhirnya memicu infeksi dan menimbulkan benjolan.

Ketika mengalami mastitis, Moms akan merasakan nyeri luar biasa pada payudara. Meski masih tetap bisa menyusui, biasanya Moms merasa kurang nyaman imbas demam yang ditimbulkan. Selain itu, payudara akan memerah dan terasa hangat. Pada mastitis yang parah, payudara bisa sampai mengeluarkan nanah dan terasa keras. Jika Moms mengalami hal ini, segera periksa ke dokter ya, supaya nggak sampai parah dan menimbulkan komplikasi.

6. Abses payudara atau benjolan yang berisi nanah balasan infeksi. Benjolan ini berada tepat di bawah kulit payudara

Pada busui, abses disebabkan karena bakteri yang masuk melampaui celah puting. Abses juga bisa disebabkan oleh mastitis yang parah batas menimbulkan nanah. Meski nggak terlampau berbahaya, abses cukup mengganggu mode menyusui, karena payudara akan terasa kusam dan infeksi tersebut menyebabkan demam. Sebatas, butuh penanganan medis.

Biasanya dokter akan memberi antibiotik sebagai langkah awal penanganan dan mencegah benjolan semakin memhebat. Namun, jika kondisinya parah, benjolan semakin hebat dan semakin terasa nyeri, biasanya akan dilakukan pemkelainanhan untuk mengeluarkan kantong nanah tersebut.

Jika Moms menjumpai jenis benjolan sepeti penjelasan di atas, ada baiknya Moms segera memeriksakan diri ke dokter ya. Namun jika jenis benjolan yang Moms temui masih dirasa aman dan nggak mengganggu, Moms bisa melakukan perawatan sendiri tanpa wajib mengonsumsi obat. Misalnya dengan mengompres payudara, memijal payudara atas maka ke puting, hindari bra dan pakaian yang ketat, dan selalu menjaga kebeningan area payudara.