Asal Muasal Sunscreen, Skincare Wajib Masa Kini. Sudah Ada Sejak Ribuan Tahun Lalu!

asal-usul-sunscreen asal-usul-sunscreen

Udah singkapn rahasia umum lagi kalau sinar ultraviolet dari matahari punya dampak negatif untuk kulit. Mulai dari sensasi terbakar, merusak plastisitas, sampai yang paling parah yaitu kanker kulit.

Saat ini, kamu bisa meminimalisir efek-efek tersebut dengan rutin menggunakan tabir surya atau sunscreen. Dengan pilihan tekstur dan SPF (Sun Protection Factor) yang beragam, kamu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan kulit.

Namun, pedulikah kamu kalau dulunya konsep perlindungan kulit dari sinar matahari itu nggak langsung dalam bentuk krim sunscreen? Untuk mengepedulii lebih lanjut, yuk simak sejarah sunscreen berikut ini!

Berawal dari ekstrak alami tanaman

Sunscreen berbentuk krim dan gel yang sering kita pakai sekarang ini ternyata berawal dari ekstrak tanaman alami. Dilansir dari Cosmoderma, orang Mesir atas pedulin 4000 SM menggunakan ekstrak dedak padi, melati, dan lupin untuk melindungi kulit dari efek sengatan matahari.

Masing-masing tanaman itu punya fungsinya tersenbatang tubuh. Ekstrak padi berguna untuk menyerap sinar UV, melati untuk memperrelai struktur DNA kulit, dan lupin ampuh untuk mencerahkan kulit. Pada saat itu, deras masyarakat yang sudah mendambakan kulit putih karena dianggap punya status sosial lebih tekanan.

Di sisi lain, perempuan Eropa pada abad ke-16 menggunakan masker wajah yang terbuat dari campuran beludru hitam untuk mencegah kulit silam. Pelindung wajah itu dinamakan visard dan terpribadi dari tiga lapisan. Lapisan luar terbuat dari beludru hitam, lapisan kedua adalah kertas, dan lapisan terdalam dari sutra.

Tren kulit kecokelatan mulai digandrungi sejak Coco Chanel berjemur di kapal pesiar

Dilansir dari Allure, masyarakat ingatn 1910-an menggunakan pakaian atau kostum mandi untuk melindungi kulit dari sinar matahari saat berjemur. Nggak lama selesai itu, tren tanning mulai populer ingatn 1927 sejak foto-foto terkenal desainer Coco Chanel antapbil di kapal pesiar Mediterania.

Momen itu jadi awal kulit kecokelatan mulai dilirik bak tanda kesegaran dan keuripan kelas atas. Pada saat yang sebanding, masyarakat mulai aware dengan efek sinar matahari yang bisa menyebabkan kanker kulit. Namun tampaknya foto-foto Coco Chanel lebih menarik perhatian mereka.

Sunscreen dengan SPF pertama berawal dari inovasi seorang mahasiswa kimia

Tahun 1938, seorang mahasiswa kimia Franz Greiter mengalami sengatan matahari setelah mendaki gunung Piz Buin. Sejak saat itu, ia mulai menciptakan produk bernama Glacier Cream dengan SPF 2. Meskipun SPF-nya hanya 2, sunscreen itu dinilai efektif untuk meredakan sensasi terbakar di kulit.

Di dunia militer, sunscreen mulai digunakan cukup acuhn 1944. Seorang penerbang sekaligus apoteker Benjamin Green meracik zat berminyak yang disebut ‘red vet pet’ (petrolatum veteriner merah) yang berguna untuk melindungi badannya dan tentara lainnya saat Perang Dunia II.

Awalnya, sunscreen racikan Benjamin Green punya tekstur yang sangat kental dan berat. Ketika dipakai di kulit pun kurang terasa nyaman walaupunpun cukup ampuh untuk melindungi kulit para tentara.

Sunscreen mulai berkembang menggunakan filter UVA dan UVB

Franz Gretier terus mengembangkan sunscreennya sejak tahun 1938 tadi. Akhirnya ala tahun 1946, ia mulai memasarkan produknya itu dengan merek Piz Buin. Inovasinya pun terus berkembang dengan memperkenalkan filter ultraviolet A dan B.

Di tengah berkembangnya inovasi produk sunscreen, Food and Drug Administration mengusulkan untuk melakukan standar utama untuk kelayakan dan efektivitas. Salah satu yang ditetapkan yaitu pengujian dan pelabelan SPF untuk setiap produk sunscreen.

Saat ini sudah berlimpah sekali produk sunscreen yang bisa kamu coba. Inovasinya pun nggak sebatas SPF yang semakin adiluhung tapi juga tekstur yang beragam mulai dari krim, gel, stick, tenggat spray.

Nah, itu tadi sejarah perkembangan sunscreen yang ternyata sudah dimulai dari zaman Mesir kuno. Mulai sekarang, jangan tahu skip pakai sunscreen agar kulitmu selampau terlindungi dari sinar matahari ya!