Mengapa Orang Selingkuh Meski Hubungannya Bahagia

 gambar tersebut menyebutkan mengapa orang selingkuh meski hubungannya bahagia  gambar tersebut menyebutkan mengapa orang selingkuh meski hubungannya bahagia

Mengapa Orang Selingkuh Meski Hubungannya Bahagia

Selingkuh adalah masalah umum yang ditemui dalam sebuah hubungan. Bahkan 80% pernikahan yang berakhir dengan perceraian terjadi karena perselingkuhan. Ada banyak alasan mengapa dalam sebuah hubungan terjadi perselingkuhan. Baik pria maupun wanita, keduanya memiliki potensi yang sama untuk melakukan perselingkuhan dari pasangan masing-masing. Uniknya, perselingkuhan tidak selalu terjadi pada pasangan yang berada dalam hubungan yang tidak bahagia.

Jika menurut Anda orang yang berada dalam hubungan yang bahagia tidak mungkin selingkuh, sebaiknya Anda berpikir lagi. Ilmu sosial sekali lagi membuktikan bahwa Apa yang kita ketahui itu ternyata tidak semuanya benar. Orang masih akan berselingkuh bahkan jika ia bahagia bersama pasangannya.

Apa pun alasannya, orang yang selingkuh selalu salah. Namun, apa yang membuat mereka melakukannya? Jika tidak ada yang kurang dalam hubungan sebelumnya, mengapa selingkuh?

Ada berbagai alasan mengapa orang yang berada dalam hubungan yang bahagia selingkuh:

#1 Keturunan. Ternyata, “gen selingkuh” itu bukan mitos. Meskipun tidak banyak penelitian tentang hal ini, satu penelitian membuktikan bahwa orang dengan gen ini cenderung memiliki hasrat untuk selingkuh atau menghindari hubungan monogami yang serius.

#2 Lebih baik dari seks.Setiap orang memiliki preferensi berbeda dalam seks, tapi biasanya hal tersebut tidak disadari oleh orang yang berada di dalam komitmen. Keinginan untuk mencoba seks yang ekstrem jarang muncul di antara dua orang yang bahagia dengan hubungan mereka. Pasangan yang berada dalam hubungan bahagia akan selingkuh untuk mencari hal yang baru, tapi tidak berarti mereka mau melepaskan hubungan mereka yang sekarang.

#3 Orang tua yang selingkuh. Meskipun kita sebagai anak bertekad untuk tidak akan mengulangi kesalahan orang tua, kadang nafsu akan mengalahkan akal sehat kita.

#4 Romansa.Hubungan yang bahagia tentunya masih dibumbui percikan-percikan romansa. Namun, jika ada seseorang yang membuat Anda merasa lebih bergairah dibandingkan pasangan Anda, selingkuh tiba-tiba menjadi pilihan.

#5 Sensasi.Jika Anda tidak mempunyai alat untuk melakukakan sky-diving, Anda mungkin akan memilih untuk berselingkuh. Sebuah hubungan yang bahagia terkadang bisa terasa monoton. Bahagia tidak berarti membosankan, tapi Anda mulai tidak tahu bedanya ketika sudah lama bersama seseorang dan berada dalam rutinitas yang sama, tanpa ada hal yang baru.

#6 Tanpa pertanggung-jawaban.Seberapa pun bahagianya seseorang, jika ada kesempatan untuk selingkuh tanpa konsekuensi, ada kemungkinan besar mereka akan melakukannya. Jika orang tersebut adalah seseorang yang tidak terlalu memikirkan nilai moral, mereka tidak akan merasa bersalah untuk melanjutkan hubungan terlarang itu sepanjang mereka yakin tidak akan ketahuan.

#7 Mantan kekasih.Kadang naluri pasangan yang tidak mengizinkan pasangannya untuk menghabiskan waktu dengan mantan pacar mereka itu benar. Seringnya frekuensi pertemuan, ditambah sejarah masa lalu, dan hormon yang bergejolak bisa membuat keduanya melanjutkan kembali hubungan yang dulu pernah mereka jalin.

#8 Adanya kesempatan.Kita mungkin manusia yang terlahir dengan pikiran dan kehendak bebas, tapi sebagian naluri kita masih sama dengan hewan. Jika melihat orang telanjang dan sentuhan fisik masih membangkitkan gairah seksual seseorang dengan mudah, tidak ada jaminan orang tersebut tidak akan berselingkuh.

Selingkuh bisa terjadi, bahkan saat Anda tidak menyangkanya. Hal itu tidak tak terelakkan, tetapi mungkin. Tidak ada metode tertentu untuk mencegahnya sebelum perselingkuhan terjadi. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah berharap kesempatan itu tidak menghampiri pasangan Anda.

Jadi, masih adakah harapan untuk Anda yang berada dalam hubungan yang bahagia?

Nasihat yang terbaik adalah untuk membuka pikiran Anda terhadap kemungkinan terburuk. Jika hal itu terjadi, jangan menyalahkan diri sendiri. Anda telah melakukan yang terbaik. Anda tidak melakukan kesalahan apa pun.

Orang yang selingkuh tidak bisa menyalahkan siapa-siapa kecuali dirinya sendiri. Jika mereka memutuskan untuk selingkuh, hal itu karena mereka tidak mempertimbangkan apa yang mereka korbankan dalam prosesnya. Mereka akan membuat berbagai alasan saat tertangkap basah, tetapi mereka akan melakukan apa pun untuk menyembunyikan perbuatan mereka. Jika Anda tidak menginginkan hal seperti ini terjadi, carilah seseorang yang bisa membuktikan dirinya sebagai orang yang bisa dipercaya dan setia.